Sepucuk Surat Untuk Bulan

: sepucuk surat untuk bulan.

Dear bulan,
aku di atas sekarang, di antara arakan awan, ya di sana, tepat di sebelahmu, kamu bisa merasakannya bukan? Di sana nyaman. Di sana adalah tempat dimana aku bisa melihat manusia-manusia, tembok beton, pepohonan, pegunungan, jurang, jembatan, pesawat, lapangan, sapi, jalan tol, biru, putih, hijau, salju dan lautan dari jauh, tanpa ketakutan. Tempat dimana aku bisa melihat senyummu dari dekat.

Aku akan menghilang setelah ini.

Bagaimana kabar hatimu malam ini? Setelah malam-malam dengan beratus mendung yang kerap menutupimu. Hhh, tidak jarang hujan itu merampas senyum dari wajahmu. Kamu tahu kan kalau aku selalu mencemaskannya? Dan semoga tuhan masih dan selalu mencintaimu, begitupun aku.

Aku akan selalu mencoba untuk ada, bulan. Menjadi senyum dan sahabat saat jatuh, takut, sepi maupun sedih, selagi aku belum menghilang. Karena aku tahu kamupun akan melakukan hal yang sama padaku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: